Senin, 05 Agustus 2013

haemophilus influenza



BAB I
Penadahuluan
1.1  Latar belakang
Haemophilus influenzae merupakan suatu istilah asing di telinga mereka. Apa itu Haemophilus Influenzae? Yah, istilah Haemophilus influenzae ini merupakan bahasa latin dari salah satu jenis bakteri. Istilah ini mungkin hanya santer di kalangan kedokteran saja. Tapi bagi kita, merupakan suatu kebutuhan juga untuk mempelajari jenis bakteri ini, bagaimana wujudnya, apa dampaknya, dan segala tentang bakteri ini.
Bakteri haemophilus influenzae pertama kali ditemukan oleh Richard Pfeiffer (1892) ketika sedang terjadi wabah influenza. haemophilus influenzae disalah artikan sebagai penyebab influenza sampai tahun 1933, ketika etiologi virus flu menjadi jelas.
Bakteri ini sering ditemukan di selaput mukosa saluran napas atas pada manusia. Bakteri ini menjadi penyebab meningitis pada anak-anak dan terkadang menyebabkan infeksi pada orang dewasa. Ciri khas morfologi dari organisme ini adalah terlihat sebagai kokobasil pendek kira-kira 1,5 μm atau seperti rantai pendek. Pada biakan morfologinya bergantung pada umur dan pembenihan. Setelah kira-kira 6-8 jam dalam pembenihan diperkaya, bentuk kokobasilnya ditemukan terbanyak.
1.3 Tujuan penulisan
a.    Mengetahui apa itu haemophilus.
b.    Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri haemophilus influenza.
BAB II
Tinjau Pustaka
2.1 Morfologi haemophilus influenza




Haemophilus influenzae adalah kelompok bakteri yang dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi pada bayi dan anak-anak. Bakteri yang semula disebut Bacillus Pfeiffer ini diartikan juga sebagai organisme yang hidup bebas pertama yang memiliki seluruh genome sequencing. Haemophilus influenzae atau yang biasa disingkat H. influenzae adalah bagian dari mikroflora normal pada bagian atas saluran pernapasan pada manusia. Haemophilus influenzae bergerak di antara sel-sel epitel pada saluran pernapasan untuk menginvasi dan menimbulkan penyakit.
Haemophilus influenzaemempunyai ukuran 1 m x 0.3 m. Bakteri ini bebentuk batang negative Gram dan merupakan bakteri yang tidak harus  membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Pada tahun 1930, bakeri ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu koloni R  yang dibentuk oleh kuman-kuman yang tidak ramah lingkungan (tak bersimpai) dan koloni S yang dibentuk oleh sebaliknya, yaitu oleh kuman-kuman yang bersimpai.
Haemophilus influenzae sangat peka terhadap desinfektan dan kekeringan. Bakteri ini tumbuh optimum pada suhu 37oC dan pada pH 7.4 sampai 7.8 dalam suasana CO2 10%. Tumbuh  di media kultur yang membutuhkan faktor X (hemin) suatu derivat haemoglobin yang termostabil, dan faktor V (NAD atau NADP) yang termolabil. Media kultur yang digunakan untuk membiakkan Haemophilus influenzae adalah agar coklat (karena mengandung faktor X dan V). Haemophilus influenzae juga dapat dibiakkan di media agar darah jika diinokulasikan bersama bakteri lain yang menghasilkan dan melepaskan NAD (misal: Staphylococcus aureus), dan dikultur itu akan terlihat mengelilingi bakteri penghasil NAD tersebut atau disebut fenomena satelit. Bakteri Haemophilus influenzae mempunyai kapsul, dan  tidak bergerak. Bakteri  ini dapat ikut aliran darah atau terkadang menetap di sendi dan dapat menyebar melalui droplet pernafasan atau melalui kontak langsung.

2.2 Cara infeksi
Infeksi oleh haemophilus influenzae terjadi setelah mengisap droplet yang berasal dari penderita baru sembuh, atau carrier, yang biasanya menyebar secara langsung saat bersin atau batuk. Haemophilus influenzae menyebabkan sejumlah infeksi pada saluran pernafasan bagian atas seperti faringitis, otitis media, dan sinusitis yang terutama penting pada penyakit paru kronik. Meningitis karena haemophilus influenzae jarang terjadi pada bayi berumur kurang dari 3 bulan dan tidak umum dijumpai pada anak-anak diatas umur 6 tahun. Pada anak-anak, selain meningitis, haemophilus influenzae tipe b juga menyebabkan penyakit bacterial epiglottitis akut.

2.3 Gejala klinis





Gejala-gejala klinis yang disebabkan penyakit ini cukup banyak, tergantung letak infeksi dan jenis penyakit yang disebabkannya. Anak-anak mungkin memiliki gejala klinis yang berbeda tiap pribadi, namun jika disimpulkan, gejala klinis tersebut adalah Irritability (kekurangan makanan dan nutrisi saat bayi, demam (pada bayi prematur temperaturnya dibawah normal), sakit kepala, muntah, sakit di leher, sakit di punggung, posisi badan yang tidka biasa, kepekaan terhadap cahaya, epiglottitis, dyspnoea (sulit bernafas), dysphagia (sulit menelan), septic arthritis, cellulitis, pneumonia, sepicaemia, osteomyelitis, bacteramia, dan empyema. Kasus Hib jarang terjadi pada bayi di bawah 3 bulan atau di atas 6 tahun. Biasanya terjadi pada umur 4-18 bulan.
2.4 Patogenesis
Haemophilus influenzae tidak menghasilkan eksotoksin dan peranan antigen somatik toksiknya pada penyakit alamiah belum jelas. Organisme yang tidak bersimpai termasuk anggota flora normal saluran pernapasan manusia. Simpai bersifat antifagositik bila tidak terdapat antibodi antisimpai khusus. Haemophilus influenzae yang memiliki simpai khususnya tipe b menyebabkan infeksi pernapasan supuratif (sinusitis, laringotrakeitis, epiglotitis, otitis) dan pada anak kecil meningitis. Darah dari orang dengan umur kira-kira 3-5 tahun memiliki daya bakterisidal kuat terhadap Haemophilus influenzae, dan infeksi klinik lebih jarang terjadi pada orang itu. Namun sekarang antibodi bakterisidal sudah jarang ditemukan pada 25% orang AS dan infeksi yang bersifat klinik lebih sering terjadi pada orang dewasa. Haemophilus influenzae yang dapat digolongkan atau tidak bersimpai tipe b umumnya menyebabkan otitis media (mekanisme patogeniknya belum jelas). Bakteri ini dan pneumonia menjadi penyebab utama otitis media bacterial dan sinusitis akut. Organisme ini dapat ikut aliran darah atau terkadang menetap di sendi. Jika menetap di sendi maka bakteri dapat menyebabkan Artritis Infeksiosa

2.5 Diagnosa
Dalam mendiagnosis penyakit ini, dapat dipergunakan cairan serebrospinal, sputum, dan cairan telinga sebagai bahah pemeriksaan. Dari bahan ini dibuat preparat Gram, dan ditanam pada perbenihan agar coklat yang dieramkan dalam suasana CO2 10%. Ada 3 cara untuk mendiagnosanya, yaitu dengan Staphylococcus streak technique, untuk mengasingkan Haemophilus influenzae, terutama dari bahan-bahan yang tidak terkontaminasi dengan kuman-kuman lain seperti cairan serebrospinal dan darah. Cara lain adalah dengan reaksi Quellung yang khas sangat membantu diagnosis, kecuali untuk kuman-kuman tak bersimpai. Sedangkan untuk menegakkan diagnosis meningitis, digunakan deteksi antigen polisakarida simpai di dalam cairan tubuh.
2.6 Pengobatan
Pemilihan antibiotika yang akan digunakan dapat ditentukan dengan tes kepekaan secara in vitro. Kebanyakan H. influenzae peka terhadap ampisilin, khloramfenikol, tetrasiklin, sulfonamida dan kotrimoksasol, dan terapi dengan salah satu atau kombinasi obat-obat ini, namun kepekaan kumannya sendiri dan hasil suatu terapi tidak dapat diperkirakan. Terapi untuk anak atau bayi yang terinfeksi meningitis karena Hbi dapat diberikan dexamethasone atau campuran dari cefotaxime sodium/ceftriaxone sodium/ampicillin dengan chloramphenicol.

2.7 Pencegahan
Sementara untuk pencegahannya, dapat digunakan vaksin khas polisakarida simpai (vaksin PRP). Disarankan juga untuk menjaga pola hidup bersih di daerah yang padat penduduk.










BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Haemophilus influenzae bersimpai penularannya dari orang ke orang melalui jalur pernapasan. Penyakit akibat haemophilus influenzae tipe b dapat dicegah dengan pemberian vaksin konjugat Haemophilus b pada anak-anak. Anak-anak dengan usia 2 bulan atau lebih dapat diimunisasi dengan vaksin konjugat haemophilus influenzae tipe b dengan satu dari dua pembawa dengan dosis boster yang sesuai anjuran. Anak-anak usia 15 bulan atau lebih dapat diberi toksoid difteri (yang tidak bersifat imunogenik pada anak-anak yang lebih muda). Kontak dengan pasin yang menderita infeksi klinik memberi resiko kecil bagi orang dewasa saja, karena memberi resiko nyata bagi sudara kandung yang nonimun dan anak-anak nonimun lain yang berusia di bawah 4 tahun yang brkontak erat. Profilaksis dan rifampin sangat dianjurkan bagi anak-anak tersebut.
3.2 Saran
Dari makalah ini harapan penulis semoga pembaca bisa memahami tentang morfologi haemophilus influenzae yang. Serta mengetahui beberapa gejala dan penyakit yang bisa di timbulkan oleh bakteri haemophilus influenzae. Semoga makalah bisa bermanfaat bagi pembaca.




Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/Haemophilus_influenzae
http://mikrobia.wordpress.com/2007/05/17/haemophilus-influenzae/
http://www.medicastore.com. Senin 5 Februari 2007
http://www.bmb.leeds.ac.uk/mbiology/ug/ugteach/icu8/introduction/bacteria.html


 



1 komentar:

  1. Voici un excellent phytothérapeute qui m'a guéri de l'hépatite B. Il s'appelle Dr Imoloa. Je souffrais d’hépatite B depuis 11 ans, j’étais très faible et souffrais de douleurs dans tout le corps, mon estomac était enflé et je pouvais à peine manger. Et un jour, mon frère est arrivé avec un médicament à base de plantes du docteur Imoloa et m'a demandé de boire. J'ai bu. Il n'y avait plus d'espoir. Après deux semaines de traitement, j'ai commencé à ressentir un soulagement, mon estomac enflé a commencé à rétrécir. les douleurs avaient disparu. Je suis redevenue normale après la fin du traitement, je suis allée à l’hôpital et j’ai eu un test négatif, ce qui signifie que j’ai guéri. Il peut également soigner les maladies suivantes avec ses médicaments à base de plantes ... lupus, rhume des foins, rougeole, douleur corporelle, toux sèche, diabète, hépatite ABC, ulcère de la bouche, cancer de la bouche, maladie du sel biliaire, déficit en charge, diarrhée, maladie cardiovasculaire, Tumeurs, maladies respiratoires chroniques, troubles mentaux et du comportement, maladies inflammatoires du foie et des reins, cancer des yeux, cancer de la peau, paludisme, maladies rénales chroniques, hypertension artérielle, intoxication alimentaire, maladie de Parkinson, cancer de l’intestin, cancer des os, tumeurs au cerveau, asthme, arthrite, épilepsie, fibrose kystique, maladie de Lyme, douleurs musculaires, choléra, fatigue, douleurs musculaires, essoufflement, tuberculose, alzhemer, polyarthrite rhumatoïde, troubles anxieux, maux de dos, maladie de Crohn, insuffisance rénale chronique, leucémie aiguë myéloïde, aiguë pancréatite, maladie chronique inflammatoire des articulations, maladie inflammatoire de l'intestin, maladie d'Addison, acné au dos, cancer du sein, bronchite allergique, maladie de Celia, maladie de boulimie, congénère maladie cardiaque, cirrhose, spectre de l'alcoolisation fœtale, constipation, infection fongique des ongles, fabromyalgie (sort d'amour) et bien d'autres. c'est un grand herboriste. Contactez-le par courrier électronique; drimolaherbalmademedicine@gmail.com. Vous pouvez également le joindre via whatssap- +2347081986098.

    BalasHapus